Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Sutan Pane, Sastrawan & Intelektual Serba Bisa dari Sipirok
Sebuah Biografi Singkat Sutan Pane Dari Sipirok

Tak banyak yang tahu siapa Sutan Pangurabaan Pane atau Sutan Pane. Tak banyak referensi pernah dibuat tentang dirinya. Kalau pun nama Sutan Pangurabaan Pane pernah disebutkan, nama itu pasti muncul ketika kita membaca biografi para tokoh nasional: Sanusi Pane (Sastrawan), Armijn Pane (Sastrawan), dan Lafran Pane (pendiri organisasi pemuda Himpunan Mahasiswa Islam). Ketiganya adalah anak-anak dari Sutan Pangurabaan Pane.

Sutan Pangurabaan Pane, lahir tahun 1885 di desa Pangurabaan. Ayahnya adalah adik dari Syekh Badurrahman Pane, seorang ulama besar dan tersohor di Sipirok. Sebagai keluarga ulama ia menyandang status sosial yang cukup terpandang. Tapi status ini membuatnya memikul beban moral-spiritual. Ia harus menjaga diri agar tidak menjadi batu sandungan bagi wibawa dan reputasi keluarga.

Pada masa hidupnya, Sutan Pangurabaan Pane telah merambah jalan yang kemudian dilanjutkan oleh ketiga anak-anaknya. Sutan Pangurabaan Pane adalah sosok yang serbabisa. Dia seorang guru, penulis, wartawan, penceramah agama, intelektual, pemikir kebudayaan, tokoh pergerakan nasional, dan sastrawan yang andal.

Sebagai tokoh pergerakan nasional, dia menentang kolonialisme Belanda meskipun sempat bekerja sebagai klerek (juru tulis) bagi Belanda. Dia adalah orang yang menjembatani komunikasi antara Belanda dengan Sisingamangaraja XII pada masa Perang Toba ke-2. Dia menjadi sosok yang mendapat tugas dari Belanda untuk berhubungan dengan Si Singamangaraja XII melalui surat, karena dia bisa banyak bahasa: Batak, Belanda, Melayu, dan Arab.

Sebagai seorang sastrawan, nama Sutan Pangurabaan Pane tidak tercatat dalam peta kesusastraan nasional. Tidak lain karena penetapan sejarah sastra di Indonesia yang ditetapkan berdasarkan priodesasi ciptaan HB Jassin, lebih mengedepankan para sastrawan dan karyanya yang lahir masa Balai Pustaka. Sejarah sastra moderen Indonesia diawali dari buku-buku sastra yang diterbitkan Balai Pustaka sekitar tahun 1920-am.

Namun, tanpa Balai Pustaka, dia menerbitkan romannya yang bercerita tentang semangat hidup masyarakat yang tidak kenal menyerah dalam menemukan masa depannya dengan bumbu percitaan para tokoh yang tidak mempersoalkan perihal pertentangan adat-istiadat. Roman Toelbok Haleon (Jiwa yang Kemarau) membuat nama Sutan Pangurabaan Pane dipuja oleh masyarakatnya, dan dia dikenal luas sebagai penulis cerita yang karya-karya barunya akan selalu ditunggu. Popularitas Sutan Pangurabaan Pane sebagai penulis karya sastra membuat namanya dikenal luas, dan dia kemudian menjadi aktivis pergerakan nasional yang menentang kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda.

Oleh sebab itu, apa yang dilakukan oleh tiga anak Sutan Pangurabaan Pane (Sanusi Pane, Armijn Pane, dan Lafran Pane) adalah apa yang telah dimulai olehnya. Semua bidang yang digeluti Sutan Pangurabaan Pane, akhirnya menjadi bidang yang digeluti oleh anak-anaknya.

Sanusi Pane dan Armijn Pane, misalnya, mengawali karier mereka sebagai pengelola majalah sastra, yang kemudian dikenal luas sebagai sastrawan. Begitu juga dengan Lafran Pane, memulai kariernya sebagai guru, yang kemudian masuk wilayah politik dan dikenal sebagai pendiri HMI. Namun, dibandingkan anak-anaknya, Sutan Pangurabaan Pane merupakan sosok yang komplet meskipun lebih dominan sebagai guru.

Tapi, sayang tak banyak yang mengetahui Sutan Pangurabaan Pane. Tidak banyak yang mengingatnya. Namun sekarang namanya mulai banyak diketahui karena disebut-sebut dalam novel karya Tere Liye yang berjudul Selamat Tinggal.

(Wahda_Niyah/LPMI)

One thought on “Sutan Pane, Sastrawan & Intelektual Serba Bisa dari Sipirok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Menu
Pers Ibrahimy