Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Santri Pewaris Nabi
Sebuah Esai yang Membahas Tentang Santri Pondok Pesantren
Oleh :
Moh Ghufron*

   Moment penerimaan Santri Baru (SABAR), saat ini masih berlangsung. Baru-baru ini mereka ada yang baru tiba di pesantren, pun ada yang masih dalam proses pengurusan adminitrasi, bahkan ada yang masih proses untuk berangkat menuju pesantren.

   Tak heran apabila santri pada setiap tahunnya bertambah, terhitung sejak tahun kemaren 2020, jumlah para santri berkisar antara 19-21 ribu, baik itu santri pusat maupun cabang. Apalagi ditambah dengan jumlah SABAR tahun ini, insyaallah apabila dikalkulasikan akan hampir mencapai atau melebihi 21 ribu santri. Maka, KHR. Ach. Fawaid As’ad tidak sia-sia membangun Masjid Jami’ Ibrahimy dengan sebegitu besarnya, begitu pula dengan KHR. Ach. Azaim Ibrahimy ketika memberikan kebijakan untuk melakukan pembangunan Mushallah Putri. Maklumlah beliau membangun dua tempat peribadatan santri sebesar itu, karena jumlah santri setiap tahunnya semakin bertambah.

   Ketika kita membahas santri, maka tidak akan ada habisnya untuk kita kaji. Baik dari segi istilah, pengajian, istirahat, komunikasi dan lain sebagainya. Namun, dari sekian banyaknya perbincangan tentang santri, berikut sebagian kecil dari pembahasan yang luas itu.

   Santri, ketika dilihat dari Bahasa Inggris Sun Three yang bermakna pemegang tiga cahaya. Yaitu Islam, Iman dan Ihsan. Namun, kalau kita lihat dari asal-muasalnya kata “Santri” dari Jazirah Arab itu adalah Tholibul Ilmi orang yang menimba ilmu. Sedangkan menurut sebagian ulama’, ketika bahasa santri dieja menggunakan bahasa Arab “سنتري”, memiliki lima serat makna yang terkandng dalam sosok seorang santri, Pertama سَهْلُ الْخُلُقِ وَالتَّصَرُّفِ (Lemah lembut perangai dan tingkah lakunya). Kedua  ناَصِرٌلِلظَّالِمِ وَالْمَظْلُمِ (Menolong orang yang dzalim dan didzalimi). Ketiga تَارِكٌ لِلذُّنُوْبِ وَالْأَثَامِ (Meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa). Keempat رَا حِمٌ بِالضُّعَفَآءِ وَالْمُسْتَضْعَفِيْنَ (Sayang pada orang yang lemah dan tertindas). Dan yang kelima يَسِيْرُالْقِيْلِ وَالْقَالِ (Tidak banyak beromong kosong).

   Dalam lima serat makna yang terkandung dalam kata santri itu, masih banyak lagi yang perlu kita pahami, dan disetiap lima serat itu mengandung pelbagai serat makna yang harus kita maknai. Akhirnya, semoga kita menjadi santri yang memang benar-benar santri dan semoga kita bukan tergolong santri yang hanya memiliki nama santri belaka dan tidak paham akan lima serat maknanya.

*PimRed LPMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Menu
Pers Ibrahimy