Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Sang Pewarta Gembel dan Sandal
Sang Pewarta Gembel kini sedang mencari berita terkini soal pencurian sandal
ilman
Oleh :
MR.IL.HA*

Kembali lagi bersama Sang Pewarta Gembel. Rela pergi pagi pulang pagi hanya untuk mencari berita terkini. Ya... beginilah pekerjaan sehari-hari Sang Pewarta Gembel. Cocard pers adalah jimatnya yang biasa dikalungi dan menjadi taruhan nasibnya dalam berprofesi. Rambut gondrong menggimbal bagai aral sosial yang berimplikasi di ide-ide pewartaannya. Raut muka bagai burung pemakan bangkai yang lapar akan hal-hal yang telah tereksekusi oleh pergulatan zaman yang penuh persaingan. Berkaca-mata hitam berusaha untuk meneliti keburaman sistem tata atur negeri yang menjadi paradigma kaum berkepentingan dalam perebutan kursi kekuasaan. Berpakaian lusuh compang-camping mencoba berenang di kubangan selokan yang dialiri oleh limbah-limbah konstitusi dan peradilan negeri demi mencari sampah-sampah pascaproduksi sidang parlementer untuk diselidiki. Memakai sandal dalam kegiatannya saat meliput suatu berita dan berjalan menjelajahi kehidupan masyarakat yang penuh keterbatasan dan kesenjangan.

Sang Pewarta Gembel kini sedang mencari berita terkini soal pencurian sandal yang dilakukan oleh Jamal, seoarang pekerja bangunan yang akan membangun rumah saudaranya yang bekerja sebagai penjual sandal. Jamal saat ini sedang dipenjara karena ulahnya tersebut. Sang Pewarta Gembel selanjutnya mendatangi rumah Jamal untuk mewawancarai Jamil, yaitu istri dari Jamal untuk menjelaskan secara rinci tentang kejadian yang berlangsung kemarin pagi. Jamil yang menjadi saksi saat penangkapan dan pengadilan sang suami mengungkapkan, ”Saya merasa miris dengan hukuman yang dijatuhkan suami saya oleh peradilan karena pencurian sandal tersebut. Saya ketahui ternyata sandal tersebut adalah milik salah satu pemimpin daerah yang terpilih saat ini dan menjanjikan kesejahteraan bagi kalangan yang berprofesi sebagai penjual sandal.” Sang Pewarta Gembel kemudian bertanya kembali, “Kenapa peradilan saat itu menjatuhkan hukuman penjara hanya untuk pencurian sandal tersebut.” Jamil menjawab, “Hakim saat itu menilai bahwa pencurian tersebut hukumannya adalah setingkat dengan pencurian emas yang telah dijanjikan kepada para penjual sandal saat hadir di pengadilan yang menjadi pendukung pemimpin daerah tersebut.” Lalu Sang Pewarta Gembel bertanya lagi, “Saat suami anda dijatuhi hukuman penjara saat itu, apakah anda tidak melakukan pembelaan atau anda mempunyai rencana lain setelah suami anda dipenjara.” Jamil menjawab, “Saya pasrah kepada nasib yang menimpa suami saya, mungkin rencana saya setelah ini akan berprofesi menjadi penjual sandal untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya.” Sang Pewarta Gembel kemudian pamit kepada Jamil untuk pergi lagi mencari berita. Saat akan keluar dari rumah Jamal, dia kaget karena sandal yang ia pakai selama ini menghilang. Kini ia memulai pengalaman baru yaitu menjelajahi kehidupan masyarakat tanpa sandal dan penuh dengan permasalahan yang timbul akibatnya.

*Layouter LPMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan
Menu
Pers Ibrahimy