Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

RAIN(DU)
Rintik hujan pun dengan derasnya mulai menari-nari syahdu.
Rafiq1
Oleh :
R.A Al-Baliyyi*

Antara hujan dan rindu, ku haturkan munajat cinta padamu, duhai Rabb (Tuhan) ku. “Muhammadku muhammadku dengarlah seruanku... aku rindu aku rindu padamu Muhammadku...”. Demikianlah senandung lagu oleh Haddad Alwi yang sedang dilanda rindu kepada sang insan penerima wahyu. Rintik hujan pun dengan derasnya mulai menari-nari syahdu, seakan mengajak para penghuni langit dan bumi untuk ikut menari menengadahkan tangan seraya berseru, “Ya Tuhanku, izinkan kelak aku berkumpul bersama Baginda Muhammad kekasih-Mu. Maka perkenankanlah wahai (Allah) zat yang maha berkehendak atas segala sesuatu!”

Allahumma Shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin, merupakan kalimat yang sudah masyhur serta menjadi lantunan sholawat di kalangan para muhibbin dan umat Muslimin, kalimat yang menjadi perantara untuk bertemu sang Insan Kamil, kalimat yang kelak akan meraih syafaatnya di yaumil akhir, serta kalimat yang dapat mengantarkan seorang mukmin menuju jannatun na’im. Aamiin.

Di suatu kesempatan, Murabbi Ruhina pernah menyampaikan, “Ber-sholawat adalah tanda orang yang beriman. Ber-sholawat adalah sinyal bahwa di dalam hatinya ada iman.” Oh, sungguh ungkapan yang sangat mengagumkan. Maka ketahuilah wahai para insan, sesungguhnya Allah beserta para malaikat senantiasa ikut ber-sholawat kepada Baginda Muhammad shallallahu alayhi wa sallam, sebagaimana yang termaktub di dalam kitab suci Al-qur’an.

Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah merupakan empat sifat Baginda Nabi Muhammad yang amat mulia. Ya, semua itu sungguh indah nan mulia. Akhirnya, sebagai umatnya yang tak pernah berjumpa, izinkanlah wahai Tuhan (Allah) Azza wa Jalla, kami berjumpa dalam mimpi sebelum maut segera tiba. Duh Kanjeng Nabi Muhammad yang mulia.

*Demisioner LPMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bagikan
Menu
Pers Ibrahimy