Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Melawan Korupsi Bersama Wakil Ketua KPK RI
Diskusi Ilmiah Wakil Ketua KPK di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah

LPMI – Dalam rangka memperingati hari anti korupsi yang bertepat pada tanggal 09 Desember 2021, Wakil Ketua KPK RI Bapak Dr. Nurul Ghufron S.H., M.H. mendatangi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah untuk menghadiri undangan dari Universitas Ibrahimy dengan tujuan mensosialisasikan program kinerja KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), “Satu padu membangun budaya anti korupsi” tepat pada hari Ahad (12/12/21).

Wakil ketua KPK (Red), bukan hanya hadir ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah untuk melakukan kunjungan ataupun bersilaturahmi ke Pengasuh pondok pesantren saja, namun Wakil Ketua KPK juga menyempatkan diri untuk mengisi kegiatan diskusi ilmiah yang bertemakan, ”Membangun integritas bangsa dari Pendidikan karakter dan budaya anti korupsi”  kepada seluruh mahasiswa Universitas Ibrahimy.

Mendengar kabar akan kedatangan Wakil Ketua KPK ke pondok pesantren, Bupati Situbondo Bapak Karna Suswandi dengan sapaan Bung Karna beserta rombongannya bergegas menuju pondok pesantren untuk menyambut hangat kedatangan Wakil Ketua KPK termuda RI. Bupati Situbondo dan rombongannya hadir ke tempat lokasi kegiatan pada pukul 08.00 WIB, 1 jam sebelum datangnya Bapak Wakil Ketua KPK berserta rombongan.

Bersama Bupati Situbondo
Untitled-2

Sebelum mengisi kegiatan diskusi ilmiah, Bapak Wakil Ketua KPK yang berasal dari Pulau Madura tersebut, terlebih dahulu berziarah ke makam para pendiri pondok pesantren bersama Bupati Situbondo yang didampingi langsung oleh Rektor Universitas Ibrahimy (KH. Ach. Fadlail S.H., M.H.) berserta jajarannya pada pukul 09.00 WIB.

Setelah berziarah, Wakil Ketua KPK beserta rombongan mendatangi pendopo pengasuh untuk mengisi kegiatan diskusi ilmiah yang disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy. Kegiatan diskusi ilmiah dimulai pada jam 09.30 WIB yang bertempat di pendopo pengasuh.

Untitled-3
Untitled-4

Dalam kegiatan diskusi ilmiah, Bupati Situbondo menyampaikan, Di tengah-tengah hari anti korupsi se-dunia, kehadiran Wakil Ketua KPK RI di kabupaten Situbondo menjadi motivasi tersendiri khususnya jajaran pengurus aparatur sipil negara di Kabupaten Situbondo untuk selalu menjalankan amanah secara baik dengan senantiasa berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna menghindari praktek kesalahgunaan kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah yang masuk dalam kategori korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Diharapkan mampu mengusung semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara untuk mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat seiring dengan visi-misi Situbondo berjaya, berakhlak, sejahtera, adil, dan budaya”, ujarnya.

Untitled-5

KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy selaku Pengasuh Pondok Pesantren juga menjelaskan dalam sambutan kegiatan tersebut,  beberapa hari yang lalu mengaji kitab karangan Syekh Sya’id An-Nursi dalam kitab Al-Ikhlas, di mana beliau dalam satus statementnya memotivasi umat ini untuk melahirkan Syakhsun Ma’nawiyyun, sosok yang secara maknawi yang di perjuangkan ide, pemikiran dan jalan kehidupannya itu yang sangat penting karena kedekatan emosional, bisa dari tokoh utama perjuangan yang merupakan Rahmatan Lil Alamin (Rahmat Universal) sosok baginda Nabi Muhammad saw, para sahabat tidak hanya memperjuangkan apa yang ada pada fisik nabi, perjuangan itu berupa Manhaj atau jalan pikiran dan target tujuan perjuangan yang kemudian dirumuskan sehingga terwariskan. Sehingga sosok berikutnya adalah pelanjut khalifah penerus dari tokoh Syakhsun wal ma’nawiyyun dan setiap zaman akan ada tokoh-tokoh yang memerankan peran utama itu. Kita punya tokoh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asyari, Kiai Wahhab Hasbullah, KHR. As’ad Syamsul Arifin, Kiai Zaini Mun’em, dan beberapa tokoh panutan lainnya. Maka kita yang punya hubungan emosional dengan beliau semua adalah tokoh yang kita perankan dalam kehidupan kita sehari-hari dalam kapasitas kita yang terbatas.

Jika santri Sukorejo, maka personalnya membawa Sakhsiyyah dari KHR. Syamsul Arifin dalam pemikiran, riyadhah, ruhani, wirid dan dzikirnya, kemudian sepak terjang perjuangan KHR. As’ad dengan kependekarannya, kesatriaannya dan sosok KHR. Ahmad Fawaid As’ad dalam membela anti korupsi sampai harus turun ke jalan. Maka sosok syakhsun maknawiyyun inilah yang harus terwariskan untuk melanjutkan perjuangan.

“Adanya wakil ketua KPK di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, harapannya agar santri bisa mendapatkan motivasi, akan lahir masa-masa yang akan datang dalam waktu yang dekat generasi santri mahasiswa yang kemudian mengamalkan ilmunya di masyarakat sehingga sekat-sekat dikotomi ilmu agama dan ilmu umum tidak perlu dipakai lagi. Jadi, santri yang berjuang di advokat, santri yang berjuang di pertanian, dan santri yang berjuang mendampingi ekonomi sosial akan menjadi bagian bangsa ini”, dawuh Beliau.

Untitled-7

Setelah itu, Wakil Ketua KPK Dr. Nurul Ghufron S.H., M.H. lulusan S1 UNEJ Jember menuturkan, “Mungkin 10 atau 20 tahun lagi, kalian bisa menggantikan posisi kami selaku abdi negara, saya harapkan kalian seperti lampu. Dia tergantung di langit-langit, namun kalian tergantung di hatiku”, candanya.

 Maksud KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy (Red), tadi sebenarnya ingin membicarakan tentang keikhlasan, Allahhussomad semua itu bergantung, menggantungkan diri kepada Allah SWT yang selama ini. Kenapa kemudian para pejabat, para koruptor itu jatuh pada kubangan yang dalam, karena dari semula Laqod Kholaqna insana fi Akhsanitaqwim, yang taqwa itu kemudian jatuh bukan hanya di dasar, bahkan lebih rendah dari tanah karena ketergantungannya sudah tidak kepada Allah.

 Menempuh pendidikan mulai dari masuk SD umur 6 tahun, karakter manusia mulai nakal. Lulus SMP dan SMA mulai menginjak masa remaja dan mereka sudah mulai mempunyai eksistensi diri. Kemudian selanjutnya, masuk perguruan tinggi sudah mulai merasakan dirinya ada, sampai menjadi aktivis, kemudian keluar mencari pekerjaan menjadi Bupati, Gubernur, Presiden. Semua yang merasa tidak punya apa-apa, lapar tinggal nangis. Kemudian merasa diri sudah punya, pada saat masa punya itu kemudian hilang gantungannya kepada Allah, seakan-akan mau menjadi apapun harus dengan uang. Jadi bukan lagi Tuhan Yang Maha Esa untuk menggantungkan diri, tetapi keuangan. Jadi pas bunyi Pancasila sila 1 Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi keuangan yang maha kuasa, seperti itulah orang korupsi.

Saya akan menjawab tentang yang dikhawatiri kalian semua, yang diharapkan Pengasuh Pondok. Harapan Beliau, anda (santri) menjadi orang yang bermanfaat, Beliau juga mengingatkan kepada saya, dunia itu tidak pernah dipisah-pisah antara keduniaan dan keagamaan. Agama di dalamnya berisi dunia, misi dan tujuan anda diciptakan ada 2; menjadi Abdullah dan Abdi Negara. Islam itu tidak membagi-bagi (dikotomi), ilmu agama dan umum yang membagi-bagi sesungguhnya kaum orientalis.

Untitled-8

Sunan Ampel Raden Rahmatullah sebagai menteri keuangan di zaman kerajaan Singosari, semua para leluhur kita, Ibnu Sina dari ilmu kedokteran yang mencetus teknologi pengobatan. Aplikasi facebook, whatsaap dan intagram yang sekarang digandrungi dunia, semua orang hampir punya itu, akar ilmunya dari persamaan Al-Jabar, yang menciptakan Al-Jabar (algoritma) adalah Al-Khawarizmi. Kita sekarang sedang dijauhkan dan dipisahkan antara dunia dan akhirat, gak mungkin kita dapat akhirat kalau tidak menyelesaikan dunia terlebih dahulu”, ucap Beliau.

Saya menggambarkan, dulu kenapa saat ini struktur tata negara itu banyak korupsinya, karena salah satunya bahwa dunia itu seakan-akan mencari kesenangan dan kemewahan. Cinta dunia itu yang menjadi sebab kerusakan di bumi karena para pejabat hidup hanya untuk hidup. Padahal, dunia itu antara agama dan dunia. Karena agama itu butuh dunia dan dunia butuh agama. Kenapa kasus korupsi semakin merajalela, karena tidak bergantung dengan Sang Maha Pencipta. “Tantangan kalian masa depan itu lebih berat dari tantangan kami di masa kini. Oleh karena itu, menjadikan anda untuk melayakkan diri, cukup untuk membangun masa depan”, ujarnya

Wakil Ketua KPK yang menyelesaikan S2 di Airlangga Surabaya ini juga bercerita, Kiai Hasyim itu mengatakan jihad melawan Inggris itu adalah jihadnya. Begitupun hari ini melawan korupsi jihad masa kini, masa kini itu tantangannya adalah korupsi. Oleh karena itu, melawan korupsi adalah cita-citanya KHR. Syamsul Arifin, KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Untitled-9

Melawan Belanda bukan hanya mengantar untuk kemerdekaan, tapi mengantar kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan. Untuk saat ini, keinginan beliau belum tercapai. Maka dari itu, kalian semua punya amanah untuk melanjutkan cita-cita KHR. Syamsul dan KHR As’ad. Semangat itu harus menjadi bagian dari ghiroh di dada santri. Untuk itu, anda harus melayakkan diri untuk menghadapi hidup di masa yang akan datang.

“Pejabat saat ini pintar-pintar dan terampil. Akan tetapi, meraka tidak punya hati. Yang dibutuhkan saat ini adalah orang yang otaknya pintar, cerdas, terampil dan hatinya bisa dipercaya. Sehingga punya kesadaran bahwa hidup ini untuk Allah. Dan jika sudah sadar, hidupnya untuk Allah tidak akan macam-macam.” tutur Beliau.

Beliau yang melanjutkan S3 di UNPAD Bandung juga berpesan, “Membangun Indonesia harus kita bangun 3 hal yaitu; otaknya bagus, keterampilan, dan hatinya. Kami berharap pondok pesantren bisa memadukan keduanya, antara ilmu umum dan ilmu agama. Tujuannya yaitu supaya para santri yang terjun ke masyarakat bisa mengabdi kepada Allah dan kepada negara.” lanjutnya.

A2NR/Sekertaris

Foto Bersama Wakil Ketua KPK RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Menu
Pers Ibrahimy