Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Di Ujung Senja
Sebuah Cerpen

karena pulang madrasah pukul 11:00, ditengah keheningan ku tiba-iba pintu asramaku diketuk seseorang.

      “Tok...tok...Asalamualaikum..Yuda..Yuda.” tampaknya kulihat riyan sedang menotok pintu.

      “Waalaikumsalam masuk, Yud.” ucapku lemes.

      kemudian masuklah Riyan kedalam kamarku,dan Riyan duduk tepat di samping aku berbaring, sudah 3 hari ini tifusku kambuh lagi entah apa yang membuatku sakit,rasanya tak satu pun masalah yang aku hadapi,dan mungkin padatnya kegiatan di SMA serta disanggar seni yang membuat tubuhku ngedrop.

      ”Bagaimana keadaan mu, Yud?”

      ”Ya begini sudah yan tifusku kambuh lagieh,ngomong-ngomongkamukan belum waktunya pulang kok kamu pulang duluan sih?” ujarku

      ”Ya, Yud. tadi itu ilham bilang kalua kamu lagi sakit makanya aku langsung kesini apa lagi kamu gak ada yang jaga “ kata Riyan menjelaskan.

      ”Eh, Yuda kamu sudah minum obat?” tanyanya Riyan.

      ”huh,!, Yan. jalankan minum obat makan aja aku enak gak bisa di telan “jelasku.

      ”ya kamu harus paksakan yuda kalu tidak kamu kapan mau sumbuh”riyan menasehatiku seraya membukakan roti tawar untukku.

      “mana tak suapin”sambil menyodorkan sepenggal roti kemulutku,tapi tetap saja mulutku tak enak makan,hingga akhirnya riyan menuntuku keluar untuk berobat ke UGD langkah demi langkah riyan menuntunku sampai kepangkalan tukang becak riyan menyewa tukang becak untuk mengantarkan ke UGD,

      Beberapa saat kami sampailah ke UGD, kemudian aku langsung ditangani dokter karena keadaan ku begitu lemah,hingga dokter menyuruhku untuk rawat inap,disini aku di damping beberapa suster,sementara riyan kembali ke pondok untuk mengabari kawan seasramaku juga kekasihku dengan cara menelfonya,tapi dimeja terlihat buku kesayangan riyan  tertinggal di samping tiang infuse ku.karena aku penasaran perlahan kau membuka buku diary itu dan ketika aku baca sejenak di situ tertulis nama lailatul fajrina  yang di tulis beserta perasaananya selama ini kepadanya,dan dalam buku diari ini tertulis.

gmabar senja

Andai saja cinta dan kasihmu adalah milikku

Andai saja dia bukan sahabatku

Mungkin kau bisa kumiliki sepenuhnya

Biarlah,

Lebih aik aku yang terlauka

Dari pada persahabatan ku menjelma sengketa

Kulakukan semuanya untuk sahabatku”Yuda Baskara”

 

By:

Riyan hidayat

      aku terdiam seketika,saat membaca buku baru deary milik rian. Hatiku seakan tertelan kebahagiaan rian,ternyata selama ini rian juga mencintai fajriya.

      Dan dia memendam perasaaanya dalam hanya hanya untuk membahagiakankudan tak mau mengecewakanku. Di tengah-tengah lamunanaku. Aku dikagetkan Dr. JuniawanDia sengaja datang untuk memberikan obat yang harus ku minum.

      “yudaini obat yang harus kamu minum, jadi sebelumnya kamu harus makanuntuk mengisi perutmu. Seberapa saat kemudiaan dr. juniawan keluar. Akupun memejamkan mata dan takku hiraukan. Semua obat itu, karena semua tetap saja semua makanan tak mau masuk kedalam perutku.

      Perlahan aku buka mata dari tidurku, aku letakkan pandangan. Kesamping bahuku. Dan ternyata fajrina sudah terlelap disampingku. Entah sejak kapan dia datang dan berada di dekatku. Tak begitu lama fajrina juga terjaga dari tidurnya.

      ”yuda kamu sudah bangun?Yuda,aku khawatir kamu kenapa-napa, tadi rian menelfonku,makanya setelah dhuhur tadi aku langsung izin ke bu nyai untuk keluar,”ujar fajrina seranya dia tersenyum karena melihatku sedah sadar. Iya,fajrina,terimakasih karena kamu telah datang untukku. kataku seraya mengelus kerudung yang dikenakan oleh fajrina sebagai isyarat aku juga menyayanginya,iyaaku merasakan hidupku sudah tidak lama lagi di dunia ini, mungkin fajrina mersakanhal yang sama sepertiku,

“yuda, kenapa disaat-saat seperti ini kau merasakan kedamaian  didekatakuaku merasakan diriku ingin memilikimu selamanyajangan tinggalkan aku yuda aku membutuhkanmu. aku membutuhkanmu yuda” air mataku meleleh ketika pertanyaan itu di ucapakan fajrina.

      Aku tak tau harus bagaimana, sementara riyan juga mencintai fajrina. Ya Allah aku bener-bener,tolong bantu hambamu ini yaallah  tak terasa fajrina kembali terlelap dalam dekapan hangatku. Aku coba tegarkan hatiku. Tapi tetap saja kau tak merelakan airmata fajrina terlepas jika kelak aku pergi meninggalkannya.

      Dadaku benar-benar sakit tubuhku seakan tak bisa di gerakkan.dan sebelum semuanya terjadi aku coba mengambil buku diary milik riyan,aku tulis pesan terakhir untuknya dan fajrina,sejenak aku terdiam dan kurasakan sesuatu yang hadir di dekatku,

To: riyan

Riyan sahabatku,aku tau jika kamu juga menyayangi fajrina

Memang selama ini kau menahan semuanya untukku

Tapi untuk apa,jika itu semua hanya menjadikan hati mu terluka

Sekarang di sekujur tubuhku sudah tak bisa di gerakkan

Riyan satu pesan untukmu kawan,tolong jaga fajrina

Sayangi dia dengan sepenuh hatimu,cintai dia dengan seluruh pengorbanan cintamu

Aku akan pergi kawan,jangan pernah lupakan aku

Sebab kaulah sahabat terbaik ku

By:

Yuda baskara

Tepat setelah aku menulis diary itu riyan membuka pintu dan masuk menghampiriku,untung saja buku diary itu sudah aku letakkan,dan seketika itu fajrina terbangun dan merangkulku erat.

      “yuda,jangan pergi yuda jangan pergi yuda”dengan cemasnya ia berkata padaku aku berusaha menenangkan hati fajrina yang panic seraya mengelus kerudungnya ,aku terdiam dalam hati aku berkata “iya fajrina aku memang akan pergi ke tempat yang begitu jauh ,dan kita juga tak akan bisa bertemu lagi,dada ku tiba-tiba sesak untuk menghirup nafas.

      “fajrina,riyan, kalian inginkan melihatku tersenyum di sisa nafasku yang berhembus“mereka berdua panic mendengar pernyataan ku tadi.

      ”aku ingin kalian berdua bersatu,menyatukan cinta dan kasih,fajrina mana tangan mu sayang,kau juga riyan,mana tanganmu“kataku dengan nada lemah,tangan mereka aku satukan seketika itu.

      “riyan aku percaya denganmu kalau kau mampu menjaga fajrina jagalah dia sobat. ukh..ukhhh...”dan nafasku pun terhenti seiring nadi dan jantungku tak berdetak,fajrina yang juga melihat berteriak histeris menyesali kepergianku.

      Semua kawan asrama ku yang mulai tadi berada di luar langsung masuk mendengar teriakan fajrina tadi,riyan dan fajrina hanya bisa menangis menatap tubuh ku telah mematungkan arah untuk selamanya,fajrina yang melihat sebuah silet tatra di meja langsung menggoreskan kelengannya fajrina ingin segera menyusul kepergianku.

       “Riyanaku tak bisa mencitaimu,sekalipun kamu telah mencintaiku,maaf yanaku harus menjemput kepergian yuda, aku mohon  makamkanlah tubuhku disamping makam yuda”

      itulah pesan terakhir dan keinginan fajrina,dan akhirnya fajrina pun juga meninggal tepat memeluk jasad ku.Kini riyan hanya sanggup menangisi kepergianku dengan fajrina.dan seperti pesan fajrina riyan memakamkan fajrina tepat di samping makamku.

The End

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Menu
Pers Ibrahimy