Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Selamat Datang di Website

Lembaga Pers Mahasiswa Ibrahimy

Universitas Ibrahimy
Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo

Follow and Call Us

Ada Apa dengan Budaya Barat
Sebuah Opini yang Membahas Tentang Pengaruh Budaya Barat
Oleh :
Abdul Aziz*

   Siapa yang tidak mengenal dengan budaya barat, budaya yang menampilkan aneka macam teknologi canggih dan mutahir, yang dimana dengan teknologi tersebut seseorang bisa memesan aneka ragam dengan aplikasi jual beli, seperti shoope, lazada dan lannya. Begitupula dengannya, seseorang bisa mencapai tujuannya dengan waktu yang ringkas dengan menggunakan kendaraan, seperti bus, kerata api dan lainnya.Bukan hanya teknologi saja, yang menjadi budaya barat sebagai icon rujukan, yang sangat dikagumi oleh beberapa kalangan, salah satunya, yaitu budaya barat memperkenalkan pakaian-pakaian feminim dan trending, melalui fashion, perfilman, dan periklanan yang sering tampil di media masa seperti tv dan lainnya. Namun dari hal ini kita bisa berfikir, mengapa budaya barat sangat maju dan bisa melebihi dari budaya timur? ada apa di balik semua kesuksesan dan kemajuan dari budaya barat tersebut?.

   Tentu saja kita akan berfikir “wong orang barat, itu kerja keras semua tidak seperti orang timur, rata-rata nganggur dan mager”, pemikiran hal ini bisa jadi benar dan bisa jadi salah. Karena apa? karena terdapat beberapa alasannya. Alasan pertama dalam artian yang benar, yaitu karena mereka di kalangan nya, memang cukup banyak dalam kebutuhan-kebutuhannya seperti prabotan atau aksesori rumah, tagihan sewa tanah dan harga makanan pokok, mereka dituntut kerja demi mendapatkan upah untuk ke berlangsungan hidupnya, karena jika mereka tidak berkerja dan tidak bisa membayar nya, otomatis akan kesulitan dalam menjalani kehidupannya.Dan alasan yang kedua dari segi tidak benar, adalah terdapat suatu pergerakan di balik layar atau yang disebut dengan konspirasi, untuk melemahkan atau menghancurkan budaya timur yang notabennya (identik) dengan supranatural atau mempercayai ada nya tuhan, tentu saja budaya timur memang banyak penganut agama, baik Islam, Kristen, Katholik dan agama lainnya, di berbagai Negara. Mereka tidak senang dengan adanya budaya timur (penganut agama) di karena kan, mereka terganggu dengan ocehan ocehan tokoh agama mereka yang sering kali menganggap dunia hanya tempat sementara dan akan ada alam baka sebagai tempat selanjutnya yang disinggahi oleh manusia.

   Oleh karena itu mereka menyerangnya dengan berbagai desakan dan kemewahan untuk melabuhi mereka. Dan hal tersebut telah terformat dengan adanya uang tunai, yang dimana setiap tahun akan meningkat, dan mau tidak mau budaya timur (penganut agama) harus mengikuti permainannya yang berupa kerja, baik perkerjaan halal maupun haram, jika mereka tidak mengikuti, maka akan kesulitan dalam menjalani ke berlangsungan hidupnya. Dengan hal tersebut secara tidak langsung penganut agama akan terlena dan melemah keagamaan nya, karena dituntut untuk mencari pekerjaan demi kehidupannya.

   Wal-hasil, manusia harus ingat untuk apa dirinya dihadirkan di dunia ini dan mengapa? Karena jika manusia tidak menganalisis jati dirinya sendiri, maka akan terlena dengan hidangan budaya barat yang gemar akan gemerlapnya dunia ini.

*Redaktur LPMI


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan
Menu
Pers Ibrahimy